Wednesday, July 28, 2010

Surat dari Akhawat Palestina



Pasca kepulangan tim Relawan Komat yang berangkat ke Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu, sebuah surat khusus dari mujahidah Palestina dititipkan melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc.

Surat tersebut berbahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Divisi Kajian Komat Palestina, ustadz Abul Miqdad Al-Madany. Berikut isi surat terbuka yang diperuntukkan kepada para muslimah di Indonesia ini.

Bismillahirrahmanir rahim
Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…
Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Amma ba’du…

Kami adalah saudari-saudari muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:

“Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”

Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.

Dari bumi Palestina,medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.

Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah (membina) anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah; karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:

“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?

Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”

Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.

Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina
Gaza, 29/6/2010.

Pelajar Terbaik Gaza Belajar Di bawah Cahaya Lampu Minyak

Saya hanya belajar di bawah cahaya pelita dan cahaya telefon bimbit”

Asma Amin Tubasi dari Rafah, pelajar cemerlang kelas Tawjihi menceritakan bahawa ayahnya ada menyuruhnya berhenti belajar dengan menggunakan lampu minyak kerana telah kerap berlaku siri kemalangan di Jaluran Gaza terhadap anak-anak Gaza sehingga menyebabkan kecederaan dan rumah terbakar kerana bahan api yang digunakan adalah tidak selamat kerana diseludup dari Mesir.“Dia akan belajar selama 18 jam sehari, dan dia telah membuat saya sangat bangga hari ini, memperoleh 99.4% pada subjek sastera Tawjihi, nilai tertinggi di seluruh Gaza,” demikian cerita ayahnya kepada wartawan Maan News di rumahnya.


Dari bulan September hingga Mac, keluarga Asma terpaksa bergelap antara 2-8 jam setiap hari, tetapi pada Januari, saat Pihak Berkuasa Palestin mengambil alih pengurusan bahan bakar ke Gaza dari Kesatuan Eropah, akibat kekurangan dana telah menyebabkan mereka terpaksa bergelap dari 8 – 12 jam sehari.

“Pemotongan bekalan kuasa ini telah memburukkan keadaan hidup yang sudahlah sulit di Gaza dan mengganggu hampir semua aspek kehidupan seharian, termasuk kerja rumah, perkhidmatan kesihatan, pendidikan dan air serta perkhidmatan sanitasi,” laporan PBB khusus pada krisis elektrik di Gaza seperti yang dilaporkan pada bulan Mei.

“Saya hanya berharap situasi ini akan berakhir dengan lebih baik,” kata Asma, menjelaskan bahawa ketika lampu minyak tidak lagi dapat digunakan, dia akan menggunakan lampu pada telefon.Ayahnya, yang bekerja untuk Kementerian Wakaf di Gaza, mengatakan dia bimbang tindakan Asma akan merosakkan matanya kerana membaca pada kadar pencahayaan rendah, semenjak pemotongan bekalan elektrik dan kekurangan bekalan bahan bakar, menyebabkan Gaza bergelap setiap hari selepas jam 10.00mlm.

Prestasi belajar Asma adalah sangat mengejutkan dan membahagiakan warga Gaza memandangkan masalah berkaitan sistem pendidikan di Gaza saat kritikal. Statistik daripada PBB menunjukkan bahawa kehadiran dan prestasi di sekolah umum telah menurun akibat dari infrastruktur pendidikan yang terhad, bilangan kelas yang terhad dan pelajar terlalu ramai dalam sesebuah kelas, ditambah lagi dengan gangguan dari operasi tentera Israel setiap hari.

Pada semester pertama tahun 2007-2008 sekolah, hanya 20% dari 16,000 pelajar kelas enam di Gaza lulus ujian standard Matematik, Sains, Bahasa Inggeris dan Arab, menurut satu kajian yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan di Gaza.Ketika Asma melihat keputusan ujian yang dia telah lalui, “saya teriak, saya menangis, saya tertawa, saya seperti tidak percaya apa yang telah saya lakukan,” jelasnya.Dia seorang gadis yang berdedikasi, dia membaca pada setiap masa saat situasi yang dihadapinya adalah sangat sulit, “jelas ayahnya. Tambah ayahnya lagi Asma percaya dia begitu tekad untuk berjaya kerana dia ingin” masa depan yang lebih baik untuk dirinya sendiri, dan masa depan yang lebih baik untuk Gaza. “ (mnn)

PELAYARAN BERDARAH MENUJU GAZA


buku hangat yang ditulis oleh aktivis2 Mavi Marmara

Tidak ada kejahatan oleh negara, sebiadab yang dilakukan oleh Israel. Sejak kehadirannya di Tanah Palestina 1 Januari 1948, catatan sejarahnya dipenuhi teror, pengusiran, perampasan hak, dan pembunuhan. Manusia diperlakukan semena-mena siap ditendang dan ditembak kapan saja: tua-muda, pria-wanita, kekek-nenek, hingga para balita sekalipun. Bahkan dunia dibuat tidak berdaya atas sikap arogansinya itu. Negara “seujung kuku” yang semestinya bisa dapat dikendalikan oleh negara-negara Arab-Muslim, justru berhasil membuat negeri tetangganya ketakutan dan nunduk-nunduk. Ibarat maling teriak maling, Israel telah mengelabuhi mata dunia bahwa dia adalah pemilik sah tanah Palestina yang telah dirampasnya. Sementara bangsa Palestina terus dikejar dan dibunuhi.

Setelah lebih 60 tahun bangsa Palestina dalam permainan Amerika-Prancis- Inggris-Israel, kini bangsa-bangsa yang beradab di dunia harus dipaska membuka mata bahwa, kejahatan kemanusiaan benar-benar ada dan nyata di Palestina.
Rombongan kapal kemanusiaan “Mavi Marmara” yang bermaksud memberikan bantuan, dibajak di tengah laut perairan internasional. Dalihnya sama: melindungi hak-hak konstitusi negara rampasannya, dari penyelundupan senjata teroris. Dalih itu juga yang dipakai ketika menggusur tanah, mengejar warga dan menembaki bayi-bayi Palestina. Teroris berlindung di sana, kilahnya.

Puluhan korban berjatuhan: 9 tewas (insya Allah Syahid), puluhan luka-luka dan hilang.
Buku yang ada di hadapan Anda, pembaca, mencoba merekam rangkaian perjalanan upaya masyarakat dunia dalam menembus blokade Gaza yang telah di berlakukan secara sepihak oleh Israel dan Mesir sejak 2007.Sebanyak 700 orang utusan dari 36 negara turut ambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan berbendera Freedom Frotilla. Di antara mereka 12 orang berasal dari Indonesia.Tiga orang di antaranya adalah jurnalis dari Hidayatullah Media dan Sahabat Al-Aqsha yang menuliskan kisah perjalanan yang menegangkan dalam buki ini. Termasuk testimony Surya Fachrizal yang ditembak tentara zionis di bagian atas dada kananya hingga ke pangkal pinggul.

Buku ini terasa lebih renyah dengan sentuhan spiritnya yang menggugah karena ditulis oleh jurnalis senior yang berpengalaman dibidangnya, yang sekaligus menjadi saksi atas aksi keji tentara Zionis di atas kapal Mavi Marmara tersebut. Semoga bermanfaat dan, jangan berhenti menolong Palestina negeri para nabi, para syuhada, serta tempat masjid yang dimuliakan, Al-Aqsa. Jangan sampai kehabisan! Membeli buku ini berarti Anda turut mendukung perjuangan rakyat Palestina secara nyata. Karena terbitnya buku ini didedikasikan 100% keuntungannya untuk Gaza!

Monday, July 26, 2010

Pesta Konvo

Pesta konvo di adakan di Unisza hari ini masuk hari ke dua..saya masih belum berkesempatan untuk ke sana..masih berkurung dalam bilik dengan menghabiskan sisa-sisa Naruto yang sesak dalam external..Satu perkara kenapa saya tidak boleh berhenti dengannya, ia sarat dengan moral value friendship dan teamwork..ternyata air mata juga mudah mengalir apabila Uzumaki Naruto sentiasa defence sahabat-sahabatnya..begitu juga ketika Third Hokage, Sarutobi bersungguh-sungguh melawan Orochimaru semata-mata untuk protect Konoha..Kita sebagai umat Islam perlu ambil iktibar untuk mempertahankan saudara-saudara seIslam kita..Sedihnya Naruto kerana Sasuke sudah berubah namun dia tetap percaya Uchiha Sasuke akan terus kembali kepada asalnya..Perjuangan Naruto perjuangan yang sukar, penuh ranjau namun dia bukan seorang yang mudah give-up begitu sahaja..saya cuma baru merangkak ke episod seratus lebih..belum sampai 200..tertunggu-tunggu juga Naruto Shippudden 4 mengenai ayah Naruto, Fourth Hokage yang berjuang menyelamatkan Konoha dari Nine-Tail dan sealed kan dalam badan Naruto as a container of that devil..Adakah cita-cita Naruto untuk menggapai title Hokage atau the powerful ninja among other countries tercapai? tunggu dan lihat..

Saturday, July 17, 2010

My lovely ex-roommate

FYI, this morning my lovely ex-roommate akan akad nikah di Batu Pahat, Johor..saya pula tidak berkesempatan ke sana memandangkan kawan-kawan Zam (my ex-roommate) ada Ko-K..Kawan-kawan pula tidak boleh temankan atas sebab-sebab tertentu..Akhirnya fb menjadi medium buat saya menatap wajah pengantin baru..

Friday, July 16, 2010

Apabila perempuan melahirkan tuan

Inilah antara keratan akhbar Kosmo..Jika benarlah anak-anak Pakcik ini melakukan perbuatan mengurung ayah sendiri semata-mata kerana harta dunia, maka saya teringat antara tanda-tanda kiamat dalam satu hadith " Apabila seorang perempuan melahirkan tuannya sendiri". Melahirkan tuan sendiri maksudnya anak yang dilahirkan itu akhirnya menjadi tuan kepada ibubapanya sendiri seperti menderhakai ibubapanya, mengarah itu dan ini, memarahi ibubapa seolah-olah dia lebih berkuasa dari mereka..apatah lagi mengurung ibu atau bapa sehingga mereka terasa hati dengan anak-anak..

Sesungguhnya hati dan perasaan ibu bapa terhadap anak adalah perasaan yang 'special'..Ibu bapa mana yang tidak menyayangi anak..Namun, jika sesuatu perkara berlaku sehingga terluka hati mereka, masyaAllah, untuk berkata 'ah' pun sudah dikira derhaka inikan pula mengurung hingga menjadi trauma..Tidak hidup di atas dunia pun tidak mengapa kerana hidup dalam kederhakaan ibubapa seolah-olah bangkai tidak bernyawa...


BAHAROM menunjukkan dokumen saman terhadap tiga orang anak lelakinya di Mahkamah Sivil Shah Alam semalam.


SHAH ALAM - Perebutan harta pusaka antara anak-beranak menyebabkan tiga bersaudara didakwa sanggup menipu dan mengurung bapa kandung mereka bagi memaksa warga emas itu menandatangani surat akuan menyerahkan dua lot tanah tiga tahun lalu.Trauma dengan kejadian itu, bapa malang itu, seorang bekas pesara Keretapi Tanah Melayu Berhad (KTMB) menyaman ketiga-tiga anak lelakinya dan menuntut ganti rugi RM2 juta demi menuntut kembali haknya selain membela nasib dirinya.

Plaintif, Baharom Long, 85, hadir memfailkan saman tersebut di Pejabat Pendaftaran Mahkamah Tinggi di sini semalam menerusi peguam Muhd. Azmi Talib.Dalam writ saman tersebut, Baharom menamakan tiga anak lelakinya iaitu Md. Hanafiah, 55, Zakariah, 52, dan Musa, 50, sebagai defendan.Plaintif bagaimanapun mempunyai dua orang anak lelaki lain iaitu Roslan, 48, dan Azizan, 44.

Berdasarkan pernyataan saman tersebut, plaintif mendakwa, pada November 2007, dirinya dikurung di salah sebuah rumah defendan dan dipaksa oleh defendan menandatangani surat yang tidak diketahui isi kandungan.Bagaimanapun, dakwa plaintif lagi, selepas memperoleh salinan surat tersebut, dia mendapati surat itu merupakan surat akuan bersumpah berhubung pembahagian dua lot tanah miliknya dan arwah isteri, Maimunah Husin yang telah meninggal dunia lebih 10 tahun lalu.

Menurut plaintif, dua lot tanah yang menjadi rebutan defendan terletak di Selayang Baru dan Kampung Nakhoda, Batu Caves dekat sini.Plaintif mendakwa, kesemua defendan secara bersama atau berasingan menipu dan memanipulasi kedudukannya sebagai pemilik tanah bagi memaksa dirinya menandatangani surat akuan bertarikh 3 Disember 2007.Plaintif seterusnya mendakwa, kesan perbuatan kesemua defendan yang merupakan anak-anaknya, dirinya mengalami trauma yang serius, sentiasa dalam ketakutan apabila berada seorang diri malahan menjadikan dirinya seorang yang prejudis.

Wednesday, July 14, 2010

New Life and My BFF

Assalamualaikum..lama menyepi dari papan keyboard untuk tulis blog, saya lebih banyak meluangkan masa di fb..Alhamdulillah, saya sudah bergelar student final year and must work hard to maintain my pointer this semester. Sabtu lepas, saya check-in Kolej Kediaman..Guess the fee for this Apartment??..Actually it cost RM800++..then campur dengan yuran pengajian= RM1600++..i think i should duduk kat rumah sewa.he..Our Apartment already furnished with a set of sofa and dining table..ada kitchen tapi tak boleh masak (peraturan) 3 shower,3 toilet and 5 bedroom..ampaian besar, then beranda tepi my bedroom..cuma peliknya my Apartment very close to Kediaman kaum Adam..

Actually, i have tons of stories nak dikongsikan bersama anda..Jumaat lepas, 9 July 2010, my BFF, Sofiyah already take a long journey to Australia. Here are the full message from her to me and the others.
"Salam;alaik, Dearest sisterfillah,smg khabar ini barakah. I.Allah,i'll be leaving to Australia on ths Friday, 9th July 10 at 9a.m.Smg pmergian ini dpt dmanfaatkan olh Islam sepenuhnya. Ana mohon maaf ats khilaf dan halalkanlah segalanya. May Allah bless us wth His rahmat".